Pasang Iklan

Wacana Ganjil-Genap Motor di Jakarta, Ini Fakta Terbarunya!

Wacana Ganjil-Genap Motor di Jakarta, Ini Fakta Terbarunya!

Zonatikus.com – Terkait rencana penerapan ganjil genap sepeda motor di DKI Jakarta, pihak Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap santai dan tidak perlu cemas. Sesuai dengan sebutan rencana, ganjil genap sepeda motor masih dalam tahap kajian dan evaluasi panjang, sebelum akhirnya akan diberlakukan untuk publik.

Jika memang aturan ganjil genap ini sudah matang, pelaksanaannya juga tidak akan langsung berjalan dan efektif 100 persen, karena masih ada tahap evaluasi berkelanjutan. Kepala Urusan Administrasi Penindakan Pelanggaran Direktorat Penegakkan Hukum Korlantas Polri, Kompol Mukmin Timoro mengatakan, ada satu SOP kepolisian yang disebut litsus atau penelitian khusus.

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan semua pelaksanaan aturan baru, baik dari segi efektivitas, kendala, dan poin-poin lain.

“Litsus ini peninjauan jangka panjang ya istilahnya. Memang selalu dilakukan buat monitoring. Misalnya ketika tilang manual ada (berlaku) lagi, itu juga ada litsusnya,” katanya kepada Kompas.com.

Selain litsus, tahapan lain yang juga pasti dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat, selama beberapa waktu setelah aturan ganjil genap sepeda motor diberlakukan. Kepala Sub Direktorat Penegakkan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jhoni Eka Putra, menjamin jika aturan baru berlaku efektif setelah masyarakat dianggap sudah mengerti.

“Ada tahapan woro-woro (sosialisasi) dulu, nanti kami beritahukan kepada masyarakat kalau bakal ada aturan baru, jadi enggak langsung diganjar sanksi,” ujarnya.

Sampai saat ini, pihak Kepolisian belum bisa memberikan komentar banyak terkait kapan pemberlakuan ganjil genap sepeda motor. Sementara itu, statusnya masih tetap rencana dan perlu dikaji.

PJ Gubernur DKI: Belum Ada Studi

Menurut Heru Budi Hartono, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sementara, belum ada studi apapun tentang pembatasan kendaraan roda dua. Ia mengatakan, ia tidak bisa menerapkan aturan tersebut untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, yang sebagian besar disebabkan oleh gas buang kendaraan.

“Belum, belum ada studi dari Dishub DKI. Studinya belum dimulai,” ujar Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat pada hari Selasa (17/10/2023).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Polri Listyo Sigit Prabowo mengusulkan langkah proaktif untuk meningkatkan kualitas udara di Jakarta, termasuk menerapkan prinsip ganjil genap tidak hanya untuk mobil tetapi juga untuk kendaraan roda dua di masa depan. Dengan cara ini, masalah penyumbatan juga bisa teratasi.
“Suatu saat mohon direnungkan, karena 67% pencemaran disebabkan oleh kendaraan bermotor,” kata Listyo dalam acara Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-68 yang digelar secara online di Jakarta, Selasa (26 September 2023).
Menurut Listyo, salah satu cara untuk mengurangi emisi adalah dengan menggunakan kendaraan listrik. Jika aturan ganjil genap diterapkan, pemerintah akan memberikan insentif khusus pada kendaraan listrik.
Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sumber pencemaran terbesar berasal dari kendaraan bermotor. Sisanya berasal dari industri manufaktur.

Zonatikus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *