Pasang Iklan

Mantan Tukang Sol Sepatu Kini Sukses Punya Hotel dan Resto: Kuncinya Berbakti kepada Orang Tua

Mantan Tukang Sol Sepatu Kini Sukses Punya Hotel dan Resto: Kuncinya Berbakti kepada Orang Tua

zonatikus.com – Satu lagi kisah sukses datang dari pria bernama Muhammad Naim. Dirinya adalah seorang pengusaha sukses di berbagai bidang mulai dari hotel hingga rumah makan. Namun, keberhasilannya tidak didapatkan dengan mudah, melainkan melalui perjuangan keras sejak lahir dari keluarga yang kurang mampu.

Muhammad Naim adalah seorang pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur yang kini berusia setengah abad. Ayahnya adalah seorang petani di Banyuwangi, sedangkan ibunya bekerja sebagai pekerja migran di Arab Saudi.

Rekomendasi : LEON288 Agen sbobet Online Terbaik 2024

Sejak kecil, Naim telah diajarkan untuk mandiri. Untuk mendapatkan uang jajan, dia harus berusaha sendiri. Dia memulai dengan berjualan es keliling dan menjadi tukang sol sepatu di kampungnya. Pada saat masih duduk di kelas 4 SD, dia sudah bisa membeli jam tangan sendiri. Dan saat dia duduk di kelas 5 SD, dia bahkan bisa membeli sepeda ontel dengan uang hasil jerih payahnya sendiri.

“Saya dikenal sebagai penjual es dan tukang sol sepatu. Pulang sekolah kalau tidak jualan es, ya jadi tukang sol sepatu,” kata Naim dalam wawancara dengan YouTube Pecah Telur. Dia terus menjadi tukang sol sepatu hingga dia masuk bangku SMP. Ketika SMA, dia terpaksa harus berhenti karena harus pergi keluar kota. Setelah lulus SMA, dia memutuskan untuk merantau ke Malang dengan tujuan mengejar pendidikan, namun sayangnya dia harus putus sekolah di bulan keempat karena kesulitan biaya.

Setelah itu, Naim bekerja sebagai sales door to door dengan berjalan kaki untuk menghidupi dirinya sendiri. Namun, pada akhir 1994, dia mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai agen asuransi. Hanya dalam waktu satu tahun bekerja, dia mampu membeli motor seharga Rp3,5 juta. Dan pada tahun 1996, dia bahkan berhasil membangun rumah bagi orang tuanya.

Awalnya, uang tersebut seharusnya akan digunakan untuk membeli mobil. Namun, setelah melihat kondisi rumah orang tuanya yang semakin rusak dan miring saat salat Magrib di masjid, Naim mengubah niatnya. Dia memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk memperbaiki rumah orang tuanya agar tidak bocor saat hujan.

“Habis salat Magrib di masjid, masuk halaman lihat rumah saya kok miring, lalu enggak jadi beli mobil. Uangnya untuk bongkar rumah karena kalau hujan bocor semua, dari rumah terjelek jadi terbaik. Tujuannya adalah untuk membuat orang tua saya bahagia,” ungkap Naim.

Pada tahun 1997, dia mengajak ibunya kembali ke Banyuwangi dan di akhir tahun itu berhasil membelikan sebuah mobil untuk keluarganya. Selain itu, Naim juga membangun sebuah toko sembako di rumah untuk membantu orang tuanya.

Berlanjut ke tahun 1999, dia berhasil mendirikan rumah untuk dirinya sendiri. Menjelang tahun 2000, dia berpotensi diangkat sebagai manajer termuda di sebuah perusahaan asuransi dengan prestasi yang mengagumkan, namun dia memilih untuk menolak tawaran tersebut karena keberhasilannya di bidang pemasaran alat peraga sekolah yang menjanjikan lebih banyak keuntungan.

Pilihan itu membawanya untuk mengundurkan diri dan lebih fokus pada bisnis alat peraga tersebut. Setelah bekerja selama tiga tahun, dia memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri.

“Tiga tahun fokus pada bisnis tersebut, lalu menikah di akhir tahun 2002 dan keluar pada Desember 2003 karena adanya pengkhianatan dari perusahaannya. Saya mendirikan perusahaan sendiri dan pada tahun 2004 sudah mendapatkan proyek di Papua yang berlangsung selama tiga tahun dengan nilai proyek mencapai miliaran,” ungkap Naim.

Dia pernah mengalami penipuan yang besar ketika berkolaborasi dengan seorang teman di Kalimantan Selatan pada tahun 2019, dengan kerugian mencapai Rp1,35 miliar. Dalam masa sulit itu, dia mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, istri, dan orang tuanya.

Dia pun melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan, yang kemudian memungkinkannya untuk menjual salah satu aset hotelnya selama pandemi dan melunasi utangnya.

Kini, Naim telah sukses menjadi pengusaha dengan mengembangkan berbagai bisnis, termasuk pusat oleh-oleh, Hotel Fariz, Resto Fariz, dan Warung Makan Luweng Pedes, sebuah warung kuliner khas Jawa Timur yang terkenal dengan menu pedasnya, berbagai sayur, dan lauk pauk.

Didirikan pada Oktober 2020 di tengah pandemi, Luweng Pedes menjadi ikon kuliner pedas di Kota Batu, Malang dengan konsep makanan tradisional. Warung ini menarik ribuan pengunjung setiap hari dan telah membuka empat cabang di Malang dan Yogyakarta.

Menurut Naim, rahasia kesuksesannya adalah berkat restu dan doa dari orang tuanya. Dia selalu menjadikan kebahagiaan orang tuanya sebagai prioritas utama dalam segala usahanya.

zonatikus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *