Pasang Iklan

5 Alasan Kenapa Film DC Lebih Gelap Dibandingkan Marvel, CGI-nya Jelek?

Zonatikus.com – Pernahkah Anda memperhatikan bahwa karakter dalam film DC sepertinya sangat menyukai hal yang disebut kegelapan?

Fakta ini bukan sekedar feedback subjektif dari Jaka, karena film superhero konyol Deadpool 2 pun menganggap ini sebagai lelucon, guys!

Hal ini terutama terlihat jika kita bandingkan dengan film Marvel yang umumnya jauh lebih terang dibandingkan film DC.

5 Alasan Kenapa Film DC Lebih Gelap Dibandingkan Marvel

Gelap yang Jaka maksud di sini memiliki dua arti loh, karena memang film DC itu gelap secara harfiah dan gelap juga secara kiasan.

Kalau Jaka sedang menonton film DC di rumah, pasti Jaka harus meningkatkan brightness di layar TV atau komputer karena semuanya terlihat buram.

Selain itu, film DC jarang memiliki elemen cerah dibandingkan film Marvel yang sarat dengan elemen humor meskipun sudah mulai berubah di beberapa film terakhir, geng.

Nah, di sini Jaka ingin membahas kemungkinan 5 alasan kenapa film DC lebih gelap dibandingkan Marvel. Mungkin petinggi DC memang

1. Terpengaruh Dari Film Batman

Nggak peduli pendapat kalian tentang kualitas film dari DC, nggak bisa dipungkiri kalau seri film Batman adalah film superhero yang paling populer, geng.

Film Batman dan film Batman Returns yang dirilis di tahun 1989 dan 1992 adalah film yang bisa dibilang mengawali tren film superhero modern.

Kedua film tersebut disutradarai oleh Tim Burton yang banyak menggunakan elemen dark gothic di dalam karyanya dan kedua film tersebut sukses besar.

Setelah Burton digantikan oleh Joel Schumacher, film Batman langsung gagal di pasaran dan mungkin hal ini yang membuat DC kembali ke elemen gelap, geng.

Di abad 21, Batman dibangkitkan kembali oleh Christopher Nolan di trilogi The Dark Knight yang sampai sekarang banyak dianggap sebagai film superhero terbaik.

Kesuksesan inilah yang mungkin mendorong DC untuk membentuk mayoritas film mereka mengikuti atmosfir gelap yang ditunjukkan di seri film Batman.

2. Merupakan Visi dari Zack Snyder

Untuk mencoba menyaingi kepopuleran film MCU, DC menunjuk sutradara Zack Synder sebagai figur utama untuk membentuk cinematic universe mereka sendiri.

Film pertama yang Snyder kerjakan adalah Man of Steel yang juga membawa kesan agak suram meskipun nggak segelap film Batman.

Snyder sendiri sudah menyatakan kalau dia sangat terinspirasi dari komik The Dark Knight Returns yang tentunya memiliki atmosfir yang gelap.

Atmosfir gelap ini berlanjut di film Batman v Superman: Dawn of Justice dan kedua film tersebut berhasil menuai sukses besar secara finansial, geng.

Meskipun Snyder sudah tidak aktif di film DC, dia tetap berperan sebagai produser di film Wonder Woman dan tampilan gelap khas Snyder masih tetap terlihat.

3. Untuk Membedakan Dengan Film Marvel

Dari film Iron Man yang mengawali debut MCU di dunia film, terlihat jelas kalau Marvel membawa banyak elemen cerah dan humor di karya mereka, geng.

Hal ini semakin terlihat jelas di film keroyokan The Avengers di mana banyak sekali banyolan konyol antara bintang besar yang muncul di film tersebut.

Dikarenakan DC yang terhitung telat memulai cinematic universe mereka sendiri, mereka mungkin sengaja memilih atmosfir gelap agar tidak terkesan meniru Marvel.

Tapi, seperti yang bisa kita lihat dari film Aquaman dan Shazam!, DC sepertinya sudah mulai menyadari kalau selamanya gelap itu juga nggak bagus.

4. Untuk Menyesuaikan Dengan Tema Dewasa

Satu lagi hal yang mungkin menjadi alasan kenapa film DC cenderung lebih gelap adalah karena film DC itu memiliki cerita yang tergolong dewasa, geng.

Sebagai contoh, karakter Superman dan Batman versi Zack Snyder ditunjukkan tidak ragu dalam mengambil nyawa musuh mereka secara darah dingin.

Memang film Marvel juga banyak mengandung adegan kekerasan tapi film DC memiliki tingkat kebrutalan yang sangat jarang dilihat di film Marvel.

Hal ini juga yang membuat film Justice League kurang sreg karena sutradara Joss Whedon mencoba memasukkan elemen humor yang agak terkesan maksa.

Film Wonder Woman juga meskipun agak lebih cerah juga memiliki cerita dewasa yang sesuai dengan latarnya di periode Perang Dunia I, geng.

5. Dikarenakan Sukses Besar

Pada akhirnya, DC membuat film untuk menghasilkan uang dan karena strategi mereka dalam membuat film bersuasana gelap berhasil, mengapa harus berubah?

Jika melihat skor di Rotten Tomatoes, rata-rata film DC tidak mendapat skor tinggi tetapi hampir selalu sukses secara finansial.

Ingatlah bahwa pujian pengulas tidak dapat digunakan untuk membeli makanan, dan keputusan akhir pasti akan berkisar pada uang dan teman.

Selama film DC dengan suasana gelap menghasilkan keuntungan, saya rasa DC tidak akan repot-repot mengubah strateginya.

Akhir Kata

Itulah, geng, daftar kemungkinan 5 alasan kenapa film DC lebih gelap dibandingkan Marvel menurut Jaka.

Film Joker yang sangat gelap saja bahkan berhasil mencetak sejarah setelah mendapat nominasi Piala Oscar terbanyak di tahun 2020, geng!

Bagaimana pendapat kalian mengenai film DC yang gelap? Apakah kalian nggak memiliki masalah dengan strategi DC ini? Share di kolom komentar ya!

Zonatikus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *